ITIK PEKING
Produksi Aneka Ternak Unggas A
Muh.Rayhandhika.A
H0518060
ASAL
USUL ITIK PEKING
Salah satu jenis
itik pedaging yang mempunyai produktivitas tinggi yaitu itik Peking. Itik
Peking merupakan itik yang berasal dari China, itik ini tergolong itik pedaging
yang memiliki daya produktivitas tinggi, yaitu mampu mengkonversi ransum dengan
baik sehingga menghasilkan bobot badan yang tinggi dengan waktu yang relatif
singkat. Setelah mengalami perkembangan di
Inggris dan Amerika Serikat itik ini menjadi populer. Itik ini termasuk tipe
dwiguna dimana betina sebagai itik petelur dan jantan sebagai itik pedaging
yang baik. itik ini semakin terkenal dan populer setelah memperoleh seleksi di
peternakan palmer . Bibit itik ini dapat diperoleh dari Sumatera Utara.
Itik
Peking memiliki postur lebar, kekar, berdaging dengan bagian dada besar, bundar
dan membusung. Itik Peking memiliki badan yang lebih berisi dibandingkan dengan
beberapa jenis itik lainnya. Karkas itik Peking berwarna kuning dan kelihatan
sangat menarik. Kemudian bobot itik Peking jantan dewasa berkisar 4 – 5 kg/ekor,
sedangkan bobot itik Peking betina berkisar 2,5 – 3 kg/ekor.
KLASIFIKASI
ITIK PEKING
Itik Peking atau yang memiliki nama latin Anas platyrhynchos domestica merupakan
unggas air yang diklasifikasikan dalam tipe pedaging, karena memiliki
pertumbuhan yang cepat dalam waktu yang relatif singkat. Berikut merupakan
klasifikasi itik peking :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordate
Kelas : Aves
Ordo : Anseriformes
Family : Anatidae
Genus : Anas
Spesies : Anas
platyrhynchos domestica
KARAKTERISTK ITIK PEKING
Karakteristik dari itik peking jantan dan betina yaitu :
1)
Pada itik
peking jantan memiliki bentuk kepala yang bulat , berwarna putih ,
untuk warna paruh adalah kuning,warna bulu yaitu putih dan untuk warna shank
yaitu kuning. Kemudian Itik peking jantan memiliki bentuk tubuh yang Gemuk
(montok) lebih besar dari betina, dada membusung
2)
Pada itik peking betina memiliki bentuk kepala yang
Bulat dan berwarna putih, paruh berwarna kuning , memiliki warna bulu putih dan
warna shank kuning . kemudian untuk bentuk tubuhnya Gemuk (montok) lebih
kecil dari jantan, dada membusung
PEMELIHARAAN ITIK PEKING
Pemeliharaan itik Peking memiliki 3 fase diantaranya fase
starter, fase grower serta fase finisher. Setiap fase memiliki cara
pemeliharaan yang berbeda- beda dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan
agar tumbuh dengan optimal. Untuk penjelasan setiap fase sebagai berikut :
1. Pada
fase starter yaitu dimulai dari umur 0 – 3 minggu kemudian pemeliharaan
dilakukan dengan cara menjaga suhu kandang, sehingga digunakan alat penghangat
untuk menjaga suhu dalam kandang selama fase starter , agar dapat tumbuh dengan
normal karena itik tidak stress akibat suhu yang tidak sesuai
2. Pada
fase grower dimulai dari 3 – 5 minggu . fase ini merupakan fase dimana itik
Peking mengalami pertumbuhan yang optimal sehingga perlu dilakukan pemeliharaan
yang optimal pula dengan pemberian pakan yang sesuai dan lingkungan yang
mendukung sehingga dapat tumbuh optimal
3. Pada
fase finisher dimulai sejak umur 5 – 10 minggu . pada Fase finisher
merupakan fase dimana itik Peking siap untuk dipanen dan pada fase ini, itik
Peking sudah mencapai pertumbuhan tertingginya.
PAKAN ITIK PEKING
Ransum merupakan campuran berbagai macam bahan organik dan anorganik yang diberikan kepada ternak untuk memenuhi kebutuhan zat-zat makanan yang diperlukan bagi pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi. Bahan yang digunakan untuk ransum sebaiknya mudah didapatkan, murah, tidak mengandung racun, tidak berjamur, serta tidak busuk. Umumnya, terdapat dua jenis macam ransum yaitu ransum basah dan ransum kering. Ransum basah merupakan ransum kering yang dicampur dengan air sehingga bahan bercampur sampai rata dan berubah tekstur menjadi lembek. Formula yang umum dipakai dalam membuat ransum basah adalah ransum kering ditambahkan air dengan perbandingan satu banding dua. Fungsi pakan pada ternak adalah sebagai penghasil energy. Setelah energy terbentuk maka akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok (memelihara jaringan tubuh), kalau ada kelebihan energi maka akan di gunakan untuk berproduksi daging dan reproduksi. Pemenuhan ransum seperti EM (energy metabolis), Serat Kasar, Lemak, Kalsium, Fosfor harus diperhatikan sesuai dengan kebutuhan masa hidup dari itik peking.
Pemberian ransum itik oleh peternak biasanya diberikan dalam
kondisi basah dikarenakan ransum basah lebih disukai itik dibandingkan dengan
ransum kering.
Pemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase
stater ,fase grower dan fase layar . Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan
jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase. Cara
memberi pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu:
a. Umur 0-16 hari
diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder)
b. Umur 16-21 hari
diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai
c. Umur 21 hari
samapai 18 minggu disebar dilantai.
d. Umur
18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu :
1)
7 hari pertama secara pakan peralihan dengan
memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%.
2)
Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum
(terus menerus).
PERKANDANGAN ITIK PEKING
Cara pengandangan bebek hanya beraktivitas di dalam kandang.
Jadi untuk aktivitas makan, minum, bermain bebek berada di dalam kandang. Penggunaan
air hanya untuk pemberian minum, membersihkan peralatan kandang, membersihkan
area kandang, dan beberapa penggunaan lainnya. Pada pemeliharaan bebek,
seringkali peternak dihadapkan dengan bau menyengat yang berasal dari kotoran
bebek. Bau kotoran itik yang menyengat terutama pada saat musim hujan tiba
dimana akan menimbulkan bau yang sangat mengganggu. Timbulnya bau tersebut
disebabkan oleh banyak faktor seperti pakan yang diberikan, kandang yang
digunakan, dan pengelolaan kebersihan kandang dari kotoran. Kandungan gas amonia
yang tinggi dalam kotoran juga dapat menunjukan kurang sempurnanya proses
pencernaan atau protein yang berlebihan dalam pakan ternak. Sehingga
menyebabkan tidak semua nitrogen diabsorbsi sebagai asam amino, tetapi
dikeluarkan sebagai amonia dalam kotoran.
Kandang yang paling cocok untuk membudidayakan itik peking
ialang dengan kandang postal yaitu kandang dengan bentuk memanjang yang dapat
ditempati banyak bebek. Seluruh aktivitas bebek seperti makan, minum, bertelur,
istirahat dilakukan di dalam kandang. Metode ini biasanya digunakan untuk
pemeliharaan secara intensif. Ukuran kandang ternak itik peking
dengan tipe postal menyesuaikan dengan banyaknya bebek yang dipelihara. Dari 100
– 1000 ekor kadang postal masih sangat efektif .
PERKAWINAN ITIK PEKING
Pemilihan Betina (Indukan) dan Jantan (Pejantan) Untuk
memperoleh betina dan jantan yang baik harus memenuhi persyaratan :
1. Berasal
dari tetua yang memiliki produktivitas, fertilitas, dan daya tetas telur
tinggi;
2. Umur
betina minimal 6 (enam) bulan dan pejantan minimal 7 (tujuh) bulan; dan
3. Sesuai
dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) atau Persyaratan Teknis Minimal (PTM)
bibit itik.
Perkawinan itik dapat dilakukan dengan cara kawin alam dan
Inseminasi Buatan (IB).
1. Untuk
kawin alam dilakukan dengan menempatkan itik yang sudah dewasa kelamin dengan
perbandingan antara jantan dan betina 1 : 4.
2. Untuk
IB agar diperoleh fertilitas yang tinggi:
a. setiap
pengambilan semen dari 1 (satu) ekor pejantan dapat digunakan pada 10 (sepuluh)
ekor betina
b. IB
dilakukan pada pagi hari.
PRODUK ITIK PEKING
Bebek Peking adalah makanan tradisional
di Tiongkok yang berasal dari Beijing. Makanan bebek Peking ini
juga ditemui di Taiwan. Bebek Peking dibuat menggunakan daging bebek khusus
diternakkan untuk makanan ini. Bebek-bebek digemukkan dengan cara memberikan
makanan bergizi, pada saat bebek-bebek kekenyangan, peternak-peternak mungkin
saja memasukkan makanan ke dalam kerongkongan sang bebek secara paksa. Ini yang
kemudian menjadikan bebek Peking juga dikenal dengan nama bebek isi. Bebek
tadi disajikan setelah dipanggang dengan kayu-kayu bakar khusus yang akan
menambah wangi daging bebek yang dipanggang. Bobot itik Peking jantan dewasa
berkisar 4 – 5 kg/ekor, sedangkan bobot itik Peking betina berkisar 2,5 – 3
kg/ekor
PENYAKIT ITIK PEKING
Penyakit Itik terbagi menjadi 2 kelompok yaitu
penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan
protozoa dan penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan
tata laksana perkandangan yang kurang tepat. Dan berikut ini adalah beberapa
penyakit yang sering menyerang Itik:
1.
Penyakit Duck Cholera
2.
Penyakit Salmonellosis
3.
Penyakit Botulismus
4.
Penyakit Cacing,
Agar itik peking dapat
terhindar dari penyakit bisa dengan pemberian pakan yang layak, ,penggunaan
bibit yang baik dan sehat, ,pengelolaan serta penanganan penyakit.
Mungkin sekian yang dapat saya berikan semoga dapat menambah ilmu para pembaca sekalian , Terima kasih banyak
Wassalamualaikum.Wr.Wb




Tidak ada komentar:
Posting Komentar